Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu 2014. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 April 2014
Senin, 31 Maret 2014
Minggu, 02 Maret 2014
Rabu, 01 Januari 2014
Senin, 18 November 2013
PKS PONTURA Wujudkan 3 Besar
Pertemuan konsolidasi kader dalam rangka memaksimalkan langkah pemenangan pemilu di 2014, Partai Keadilan Sejahtera( PKS) Dewan Pimpinan Cabang Pontianak Utara, pada hari ahad, tanggal 17 November 2013, di komplek Purnajaya 1 kelurahan siantan hilir, kecamatan pontianak Utara.
Pertemuan konsolidasi ini dihadiri oleh 31 orang; kader, struktur DPC dan CALEG di DPC PKS Pontianak Utara.
konsolidasi yang berdurasi 3 jam ini berlangsung dengan dihadirkannya ustad misyruki yang memberikan ceramah dan pencerahannya untuk terus berbuat untuk kemaslahatan ummat.
Acara konsolidasi kader dilanjutkan dengan jaring aspirasi kader dan perencanaan pelayanan-pelayanan yang akan diberikan ke masyarakat, sebagai perhatian PKS kepada masyarakat kedepannya. dan diakhiri dengan pengecekkan kesehatan untuk para kader yang hadir.
Dan sesuai rencana pengecekkan kesehatan juga akan berlanjut pada hari ahad tanggal 24 November di parit pekong kelurahan siantan tengah, Kecamatan Pontianak Utara.
Dari konsolidasi yang setiap 2 pekan sekali rutin dilaksanakan ini, ketua DPC PKS Pontianak Utara semakin optimis mampu menjadi partai 3 besar di PEMILU 2014, dan juga sembari berharap, semakin kokohnya persaudaraan antar kader dan simpatisan serta semakin harmoni dalam berbagi dimasyarakat.
Pertemuan konsolidasi ini dihadiri oleh 31 orang; kader, struktur DPC dan CALEG di DPC PKS Pontianak Utara.
konsolidasi yang berdurasi 3 jam ini berlangsung dengan dihadirkannya ustad misyruki yang memberikan ceramah dan pencerahannya untuk terus berbuat untuk kemaslahatan ummat.
Acara konsolidasi kader dilanjutkan dengan jaring aspirasi kader dan perencanaan pelayanan-pelayanan yang akan diberikan ke masyarakat, sebagai perhatian PKS kepada masyarakat kedepannya. dan diakhiri dengan pengecekkan kesehatan untuk para kader yang hadir.
Dan sesuai rencana pengecekkan kesehatan juga akan berlanjut pada hari ahad tanggal 24 November di parit pekong kelurahan siantan tengah, Kecamatan Pontianak Utara.
Dari konsolidasi yang setiap 2 pekan sekali rutin dilaksanakan ini, ketua DPC PKS Pontianak Utara semakin optimis mampu menjadi partai 3 besar di PEMILU 2014, dan juga sembari berharap, semakin kokohnya persaudaraan antar kader dan simpatisan serta semakin harmoni dalam berbagi dimasyarakat.
Selasa, 09 Juli 2013
Diprediksi Jadi Partai Kecil di 2014, Ini Tanggapan PKS
Jakarta - LIPI merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik di Pemilu 2014, diantara hasilnya menempatkan PKS pada urutan 7 sebesar 2,6 persen alias tak lolos Parliementary Treshold (PT). Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid menilai survei itu bisa jadi masukan, tapi tidak selalu benar.
"Kami tidak memposisikan survei secara berlebihan, kami jadikan dia sebagai masukan saja. Tapi kami sudah hafal dengan lembaga survei, karena nyatanya ketika banyak yang mengira PKS terjun bebas kader kami justru memenangi sejumlah Pilkada di Sumut, Jabar, dan Pilwakot Bandung," kata Hidayat Nur Wahid saat berbincang dengan detikcom, Jumat (28/6/2013).
"Jadi survei monggo terserah saja, survei itu ada yang benar ada yang salah," lanjutnya.
Menurut Hidayat, dengan fakta itu maka kredibilitas lembaga survei jadi pertaruhan, jika nantinya prediksi tidak sesuai kenyataan. Hidayat justru menantang lembaga survei untuk berani membuka soal independensinya.
"Lembaga survei harus berani declare membuka siapa narasumber mereka, sehingga rakyat tidak hanya dicekoki oleh validitas survei," kritik Hidayat.
Sementara terkait kasus hukum yang diasumsikan menjadikan PKS merosot dalam elektabilitas, Hidayat menilai parpol lain juga tersangkut kasus hukum. "Demokrat juga punya kasus hukum, bahkan mantan ketua umum, mantan bendahara, mantan wakil sekjen dan mantan menterinya. Kasus hukum itu kan keadilan. Kita juga tidak tahu siapa yang akan kena kasus hukum di 2014, karena KPK masih mengembangkan kemana-mana," ucap ketua Fraksi PKS itu.
Karenanya Hidayat menuturkan, PKS dan Demokrat sama-sama punya masalah hukum, tapi mengapa PKS yang kasusnya jauh lebih sedikit malah hasilnya turun. Sementara Demokrat yang kasusnya banyak hasilnya dikasih naik.
"Jadi nggak ada yang mengejutkan, hasil survei itu memang bisa jadi pembanding karenanya selamat bekerja untuk lembaga survei," imbuhnya.
Survei dilakukan pada tanggal 10-31 Mei 2013 dengan jumlah responden 1.799 orang. Responden survei berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%.
Berikut tingkat elektabilitas parpol berdasarkan survei LIPI, jika Pemilu 2014 digelar saat ini:
1. PDIP: 14,9%
2. Golkar: 14,5%
3. Partai Demokrat: 11,1%
4. Gerindra: 7,4%
5. PKB: 5,6%
6. PPP: 2,9%
7. PKS: 2,6%
8. PAN: 2,5%
9. NasDem: 2,2%
10. Hanura: 1,9%
11. PBB: 0,6%
12. PKPI: 0,3%
Tidak menjawab: 31,1% (dtc)
"Kami tidak memposisikan survei secara berlebihan, kami jadikan dia sebagai masukan saja. Tapi kami sudah hafal dengan lembaga survei, karena nyatanya ketika banyak yang mengira PKS terjun bebas kader kami justru memenangi sejumlah Pilkada di Sumut, Jabar, dan Pilwakot Bandung," kata Hidayat Nur Wahid saat berbincang dengan detikcom, Jumat (28/6/2013).
"Jadi survei monggo terserah saja, survei itu ada yang benar ada yang salah," lanjutnya.
Menurut Hidayat, dengan fakta itu maka kredibilitas lembaga survei jadi pertaruhan, jika nantinya prediksi tidak sesuai kenyataan. Hidayat justru menantang lembaga survei untuk berani membuka soal independensinya.
"Lembaga survei harus berani declare membuka siapa narasumber mereka, sehingga rakyat tidak hanya dicekoki oleh validitas survei," kritik Hidayat.
Sementara terkait kasus hukum yang diasumsikan menjadikan PKS merosot dalam elektabilitas, Hidayat menilai parpol lain juga tersangkut kasus hukum. "Demokrat juga punya kasus hukum, bahkan mantan ketua umum, mantan bendahara, mantan wakil sekjen dan mantan menterinya. Kasus hukum itu kan keadilan. Kita juga tidak tahu siapa yang akan kena kasus hukum di 2014, karena KPK masih mengembangkan kemana-mana," ucap ketua Fraksi PKS itu.
Karenanya Hidayat menuturkan, PKS dan Demokrat sama-sama punya masalah hukum, tapi mengapa PKS yang kasusnya jauh lebih sedikit malah hasilnya turun. Sementara Demokrat yang kasusnya banyak hasilnya dikasih naik.
"Jadi nggak ada yang mengejutkan, hasil survei itu memang bisa jadi pembanding karenanya selamat bekerja untuk lembaga survei," imbuhnya.
Survei dilakukan pada tanggal 10-31 Mei 2013 dengan jumlah responden 1.799 orang. Responden survei berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini memiliki margin of error 2,31% pada tingkat kepercayaan 95%.
Berikut tingkat elektabilitas parpol berdasarkan survei LIPI, jika Pemilu 2014 digelar saat ini:
1. PDIP: 14,9%
2. Golkar: 14,5%
3. Partai Demokrat: 11,1%
4. Gerindra: 7,4%
5. PKB: 5,6%
6. PPP: 2,9%
7. PKS: 2,6%
8. PAN: 2,5%
9. NasDem: 2,2%
10. Hanura: 1,9%
11. PBB: 0,6%
12. PKPI: 0,3%
Tidak menjawab: 31,1% (dtc)
Langganan:
Komentar (Atom)



